GLADI BERSIH TKA 2026

 GLADI BERSIH TES KOMPETENSI AKADEMIK ( TKA ) 2026

Latar Belakang

Pendidikan di era transformasi digital menuntut adanya sistem evaluasi yang tidak hanya akurat secara akademis, tetapi juga tangguh secara teknis. Tes Kompetensi Akademik (TKA) merupakan salah satu instrumen krusial untuk mengukur capaian pembelajaran siswa secara objektif dan terstandarisasi. Namun, pelaksanaan ujian berbasis digital dalam skala besar sering kali dihadapkan pada tantangan teknis yang kompleks, mulai dari stabilitas jaringan internet, sinkronisasi data pada server pusat, hingga kesiapan perangkat keras yang digunakan oleh siswa. Tanpa adanya persiapan yang matang, potensi hambatan seperti kegagalan login, beban server yang berlebih (overload), hingga error pada antarmuka aplikasi dapat mengganggu konsentrasi siswa dan integritas hasil ujian. Oleh karena itu, Gladi Bersih TKA menjadi agenda yang tidak dapat ditawar. Kegiatan ini berfungsi sebagai jembatan simulasi yang memetakan kondisi riil pada hari pelaksanaan ujian sesungguhnya. Selain faktor teknis, latar belakang kegiatan ini juga menyentuh aspek psikologis peserta didik. Banyak siswa merasa cemas ketika berhadapan dengan sistem ujian baru; dengan adanya gladi bersih, siswa diberikan ruang untuk beradaptasi dengan alur kerja aplikasi, jenis navigasi soal, hingga manajemen waktu di depan layar. Hal ini penting untuk mereduksi tingkat stres dan membangun kepercayaan diri mereka. Di sisi lain, sekolah sebagai penyelenggara memerlukan data konkret mengenai kekuatan infrastruktur IT yang dimiliki. Latar belakang ini menegaskan bahwa gladi bersih bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk mitigasi risiko dan penjaminan mutu agar proses evaluasi pendidikan dapat berjalan tanpa kendala teknis yang berarti, sehingga potensi akademik siswa dapat terpotret secara murni tanpa hambatan prosedural.

Dasar Hukum

Pelaksanaan Gladi Bersih TKA ini didasarkan pada landasan konstitusional dan operasional yang kuat untuk memastikan akuntabilitas dan legalitas penyelenggaraannya. Dasar hukum utama mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mengamanatkan bahwa evaluasi dilakukan secara berkala dan menyeluruh untuk memantau kemajuan pendidikan. Lebih spesifik, kegiatan ini merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan yang menekankan pentingnya asesmen kompetensi sebagai bagian dari evaluasi sistem pendidikan oleh pemerintah dan sekolah. Selain itu, teknis pelaksanaan ini didukung oleh Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi terkait standar penilaian pendidikan yang mengatur prosedur operasional standar (POS) asesmen nasional maupun lokal. Di tingkat daerah, kegiatan ini selaras dengan kebijakan Dinas Pendidikan Kota Tangerang mengenai kalender akademik dan program peningkatan mutu kelulusan siswa SMP. Secara internal, dasar hukum operasionalnya adalah Surat Keputusan (SK) Kepala SMPN 10 Tangerang tentang Pembentukan Panitia Pelaksana TKA Tahun Ajaran 2025/2026. SK ini memberikan wewenang penuh kepada panitia untuk mengatur jalannya simulasi dan gladi bersih sesuai dengan prosedur teknis yang telah ditetapkan. Dengan adanya payung hukum ini, setiap elemen yang terlibat, mulai dari pengawas hingga proktor, memiliki tanggung jawab legal untuk menjaga integritas pelaksanaan gladi bersih. Hal ini menjamin bahwa seluruh anggaran, tenaga, dan waktu yang dialokasikan memiliki dasar hukum yang jelas dalam rangka menyukseskan agenda pendidikan nasional dan daerah di lingkungan sekolah.

Tujuan

Tujuan utama dari penyelenggaraan Gladi Bersih TKA adalah untuk melakukan validasi menyeluruh terhadap ekosistem ujian digital yang akan digunakan. Pertama, dari aspek teknis, kegiatan ini bertujuan untuk menguji keandalan server sekolah dalam menangani traffic data secara simultan ketika ratusan siswa mengakses soal dalam waktu yang bersamaan. Hal ini mencakup pengecekan stabilitas bandwidth internet dan kekuatan jangkauan sinyal di setiap ruang ujian. Kedua, gladi bersih bertujuan untuk memberikan orientasi mendalam kepada siswa mengenai mekanisme ujian, mulai dari cara login menggunakan kartu peserta, pengisian token, navigasi soal (pindah soal, ragu-ragu, dan kembali), hingga proses submit jawaban di akhir sesi. Dengan pemahaman yang baik terhadap antarmuka (UI/UX) aplikasi, risiko kesalahan teknis yang dilakukan oleh siswa dapat diminimalisir. Ketiga, tujuan krusial lainnya adalah melatih kesiapan tenaga teknis, yakni Proktor dan Teknisi. Mereka perlu memastikan bahwa sinkronisasi data dari server pusat ke server lokal berjalan sukses dan mampu menangani masalah tak terduga seperti pemadaman listrik atau komputer hang. Keempat, secara administratif, kegiatan ini bertujuan untuk memverifikasi keakuratan data peserta, termasuk kesesuaian nama, nomor peserta, dan foto profil pada sistem. Terakhir, gladi bersih bertujuan untuk membangun efikasi diri siswa; dengan merasakan atmosfer ujian yang mirip dengan aslinya, siswa secara mental akan lebih siap menghadapi tekanan waktu dan tingkat kesulitan soal pada hari H. Keberhasilan tujuan-tujuan ini akan menjadi indikator utama kesiapan sekolah dalam menyelenggarakan TKA yang kredibel dan bebas gangguan.

Sasaran

Sasaran utama dari kegiatan Gladi Bersih TKA ini mencakup tiga pilar utama sekolah, yaitu peserta didik, tenaga pendidik, dan infrastruktur pendukung. Secara demografis, sasaran utama adalah seluruh siswa kelas IX (sembilan) SMPN 10 Tangerang yang telah terdaftar sebagai peserta ujian tetap dalam basis data pokok pendidikan (Dapodik). Mereka diharapkan mampu menguasai literasi digital yang dibutuhkan untuk menavigasi perangkat ujian. Sasaran kedua adalah tenaga kependidikan yang bertugas sebagai pelaksana teknis, meliputi Panitia Pelaksana, Proktor (penanggung jawab sistem di setiap lab), Teknisi (penanggung jawab perangkat keras dan jaringan), serta Pengawas Ruang. Mereka menjadi sasaran untuk memastikan pemahaman terhadap prosedur operasional standar (POS) dalam menangani kendala di lapangan dan menjaga ketertiban ruang. Sasaran ketiga adalah pilar infrastruktur, di mana seluruh perangkat komputer/laptop di laboratorium, kabel jaringan, router Wi-Fi, hingga mesin genset sekolah menjadi subjek pengujian dalam kegiatan ini. Selain itu, masyarakat umum dan orang tua murid juga menjadi sasaran informasi agar mereka dapat memberikan dukungan moral serta memastikan anak-anak mereka hadir tepat waktu selama masa gladi bersih. Penentuan sasaran yang komprehensif ini memastikan bahwa tidak ada satu pun aspek dalam ekosistem ujian yang terlewatkan. Dengan fokus yang jelas pada kelompok-kelompok tersebut, sekolah dapat mengidentifikasi variabel mana yang sudah siap dan variabel mana yang masih memerlukan perbaikan atau peningkatan sebelum TKA sesungguhnya dilaksanakan.

Tata Tertib

Untuk menjaga kelancaran dan integritas simulasi, tata tertib gladi bersih disusun dengan standar yang ketat layaknya ujian sungguhan. 

  1. peserta wajib hadir di lokasi ujian 15 menit sebelum sesi dimulai dengan mengenakan seragam sekolah lengkap dan rapi sesuai hari pelaksanaan. 
  2. peserta dilarang membawa perangkat elektronik selain yang disediakan oleh sekolah (seperti HP, tablet, atau jam tangan pintar) ke dalam ruang ujian; seluruh barang bawaan selain kartu peserta dan alat tulis wajib diletakkan di tempat yang telah ditentukan.
  3. proses login hanya boleh dilakukan setelah pengawas memberikan aba-aba dan membagikan token ujian. Selama ujian berlangsung, peserta dilarang keras berkomunikasi dengan sesama peserta, memberikan atau menerima bantuan dalam bentuk apa pun, serta dilarang keluar ruang tanpa izin pengawas. 
  4. dari sisi teknis, jika terjadi kendala pada komputer atau jaringan, peserta wajib mengangkat tangan tanpa suara dan menunggu instruksi dari Proktor; dilarang keras mencoba memperbaiki perangkat sendiri. 
  5. setiap peserta harus menjaga ketenangan dan suasana kondusif di area ujian; segala bentuk pelanggaran terhadap tata tertib ini akan dicatat dalam Berita Acara Pelaksanaan dan dapat dikenakan sanksi mulai dari teguran hingga pembatalan status kepesertaan simulasi. 
  6. Peserta hanya diperbolehkan meninggalkan ruangan setelah waktu sesi berakhir atau atas instruksi pengawas setelah memastikan jawaban telah terunggah sempurna. 
  7. Kepatuhan terhadap tata tertib ini bukan hanya soal disiplin, melainkan latihan integritas bagi siswa untuk menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap proses evaluasi akademik.
Jadwal Pelaksanaan


PEMBAGIAN RUANG PESERTA TKA

RUANG 1 & 2 LOKASI DI LAB KOMPUTER 1 ( BAWAH ) 
RUANG 3 & 4 LOKASI DI LAB KOMPUTER 2 ( SEBELAH 7.B )
RUANG 5 & 6 LOKASI DI LAB KOMPUTER 3 ( POJOK GEDUNG A )

INFO RUANG KLIK DISINI

SERAGAM SEKOLAH MENGIKUTI HARI BIASA, LENGKAP SEPATU

SELAMAT MENGIKUTI TKA!